Kita tahu, Bumi adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup kita. Karena itu, kita di haruskan untuk menjaga bumi se baik mungkin. Namun, seiring berjalannya waktu sering terjadi berbagai macam perusakan lingkungan yang di lakukan oleh manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab. Dulu, untuk bisa menemukan hewan-hewan hutan seperti burung, rusa, landak, dan lain sebagainya sangatlah mudah. Tapi hari ini semua itu sudah sangat sulit sekali di temui secara bebas. Mungkin hanya jika kita berkunjung ke kebun binatang saja bisa menemukan hewan-hewan yang kini sudah sangat jarang. Hingga saat ini banyak sekali Hewan Langka di Indonesia. “Tangan Manusia” inilah yang menjadi penyebab utama rusaknya keadaan bumi saat ini. Bagaimana tidak, berbagai macam cara di lakukan dengan merusak bumi hanya untuk bisa mengambil hasilnya. Sedangkan mereka tidak menyadari dan tidak ingin bertanggung jawab atas kerusakan yang mereka perbuat. Uang, uang, dan uang itulah yang mereka pikirkan. Tidak perduli bagaimana keadaan anak cucu kelak. Yang penting hari ini mereka mendapatkan kesenangan, kebahagiaan, dan uang yang banyak. Sungguh miris pemikiran orang-orang seperti ini. Ketahuilah, kerusakan yang mereka perbuat menyebabkan dua faktor yang berada di muka bumi khususnya di Indonesia mengalami penurunan yang sangat memprihatinkan. Di antaranya yaitu: Rusaknya Ekosistem Hutan Kita semua pasti tahu bahwa hutan adalah jantung Bumi. Karena itu kita harus menjaganya. Tapi naas, saat ini banyak orang-orang diktator yang rela mengorbankan masa depan anak cucunya hanya untuk kesenangan. Hutan-hutan mereka tebang tanpa kenal dengan sebabnya. Dampak yang di timbulkan sangatlah membahayakan penduduk bumi. Dulu Indonesia menjadi sebuah negara yang di dalamnya terdapat paru-paru bumi. Tapi kini kondisi paru-paru bumi itu sudah sangat memprihatinkan. Sehingga pangkat paru-paru bumi mungkin sudah tidak layak lagi. Kondisi bumi saat ini sudah sangat panas, padahal dulu kondisi panas bumi tidak sampai seperti ini. Menurut penelitian, panas bumi ini di sebabkan oleh pasokan oksigen bumi semakin menipis. Sedangkan salah satu pemasok oksigen terbesar Bumi adalah hutan. Mengurangnya Spesies Hewan Tidak hanya berdampak pada rusaknya ekosistem hutan, tangan-tangan serakah manusia juga menambah antrian akibatnya. Dengan adanya perusakan lahan hutan oleh tangan-tangan manusia semakin mempersempit ruang atau tempat berlindung hewan. Oleh karen itu, jangan heran kalau banyak Hewan Langka di Indonesia. Semakin lama antrian hewan yang menjadi hewan langka semakin bertambah banyak. Bahkan tidak sedikit spesies hewan telah punah. Oleh karena itu, mari kita lestarikan dan reboisasi bumi ini. Kasihanilah anak cucu kita, jangan sampai mereka tidak mengenal bagai mana kehidupan sebelumnya. Dan jangan sampai pula mereka mengenal bumi yang indah ini hanya dari gambar dan cerita. Jadikanlah setiap langkah kaki kita berguna bagi kehidupan masa depan. Jangan hanya bisa menikmatinya saja. Berjuang dan berjasalah untuk masa depan.
Indonesia sedang dilanda berbagai masalah yang kompleks. Pengaturan demokrasi yang seenaknya mengakibatkan rakyat yang bebas dan sejahtera, tak terlihat fungsinya, padahal hasilnya bertolak belakang. Berikut ini termasuk hal-hal fenomena kerusakan demokrasi di Indonesia. Berikut penjelasan tentang Pentingnya Demokrasi Masyarakat. Satu, Presiden tidak lumayan kuat saat mengaplikasikan kebijakan nya. Presiden dipilih dengan langsung dari penduduk. Ini membuat tempat presiden tangguh dalam kata lain sulit untuk digulingkan. Tapi, dalam parlemen tidak terselip partai yang berpengaruh, termasuk partai yang mengusung pemerintah. Di dukung lagi fungsi lagislatif yang besar selepas reformasi ini saat membatasi banyak kebijakan presiden. Ketika menurunkan menteri misalnya, Presiden sulit dalam menurunkan menteri sebab partai yang “menjadikan” menteri tersebut akan menarik apresiasi dari pemerintah dan pastinya akan semakin merugikan pemerintah. Hal ini membuat presiden susah memperoleh langkah ketentuannya dan mudah di-“pindahkan” oleh partai Dua, rendahnya batasan kesejahteraan masyarakat justru di tengah kebebasan demokrasi. Tingkat kesejahteraan menyusut selepas reformasi, yang justru ketika seperti itulah diawali kebebasan berprilaku, berpendapat, dll. Ini aneh, mengingat kenyataannya arah dari politik adalah kesejahteraan. Demokrasi atau pengaturan politik lainnya hanyalah sebuah alat. Begitu pula dengan kebebasan pada alam demokrasi, hanyalah alat untuk mendapatkan kesejahteraan. Ketiga, tak berjalannya manfaat parpol. Manfaat parpol paling tidak ada tiga: penyalur aspirasi masyarakat, penempatan kepentingan-kepentingan yang sama, dan sarana pendidikan politik rakyat. Selama ini dapat disebut semuanya tidak berjalan. Partai politik lebih cenderung kekuasaan daripada aspirasi rakyat. Fungsi partai politik untuk pemusatan kepentingan-kepentingan yang serupa pun tidak berjalan terlebih tidak adanya partai politik yang tetap dengan ideologinya. Partai politik sebagai tempat pendidikan politik rakyat lebih parah. Kita melihat partai mendapatkan suara dari masyarakat bukan dengan peningkatan pada visi, agenda partai, atau pengkaderan. Tapi dengan uang, artis, kaos, yang sama sekali tak mencerdaskan malah menipu rakyat. Keempat, tidak solidannya kepemimpinan nasional. Jika kita teliti, semua pemimpin Negeri ini mulai dari Soekarno sampai Gus Dur, tidak ada yang penguasaan nya kandas dalam keadaan tidak hina. Semua berakhir tragis alias diturunkan. Hal iniIni sebenarnya termasuk sebab dari tidak hadir penanaman politik pada masyarakat. Budaya masyarakat Indonesia terhadap atasannya adalah berangan-angan hadirnya “Keadiln” yang akan menyelesaikan seluruh permasalahan mereka. Ini bodoh. Penduduk tidak di didik tentang merasionalisasikan harapan-harapan mereka. Mereka tidak di latih perihal proses ketika merealisasikan keinginan serta tujuan nasional. Masalah ini diperparah karena pengaturan penetapan pemimpin yang di gunakan sekarang (setelah otonomi), termasuk penetapan kepala daerah yang menghabiskan modal mahal. Calon pemimpin yang baik tapi tak kaya jadinya kurang terkenal dengan calon yang tidak berkualitas namun memiliki kekayaan yang lumayan untuk kampanye besar-besaran, buat foto muka mereka besar-besar di berbagai tempat ramai. Masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan tak bisa menentukan pemimpin sesuai dengan kualitas. Lima, kelompok yang politis, KKN, dan berbelit-belit. Organisasi semasa orde baru sangat politis. Semua pekerja Negri itu Korpri yang mana tempat Korpri yaitu Partai Golongan Karya. Jadi sama saja pekerja Negri itu dengan Partai Golongan Karya. Hal ini gawat karena birokrasi merupakan wilayah akhir ketentuan. Jika partai tak berpihak, maka jika suatu waktu kelompok selainnya yang memegang ujung ketentuan, karena itu mereka pasti tidak bisa saat menjalankan peraturannya sebab partai yang seharusnya menjalankan kebijakan tersebut condong menuju partai lain. Ujungnya peraturan hanya ketentuan dan tak terselesaikan. Tambah Lagi, ini berdampak mengakibatkan reformasi kelompok gede-gedean setiap kali terjadi penukaran pemimpin dan pastinya ini tidak termasuk bagian yang bagus untuk kenormalan pemerintahan. Oleh karenanya birokrasi itu netral. Banyak sekali kasus KKN di birokrasi. Seperti contoh nya adalah pungli, suap, dan masih banyak lagi. Hal ini menjadi gawat laten karena menyebabkan ketidakpercayaan yang kuat dari rakyat pada pemerintah. Selain itu berdampak pula ke keadaan investasi. Orang yang berinvestasi tidak bermaksud untuk berinvestasi sebab adanya kapitalisasi partai. Hal di atas mendorong pada organisasi yang tidak masuk akal. Kinerja menjadi tidak baik, urusan dipersulit, dsb. Pola yang digunakan adalah “jika dapat dipersulit, buat apa dipermudah”. Keenam, bertambahnya ancaman separatisme. Contohnya Aceh, Papua, RMS, dll. Ini termasuk dampak dari diasingkan nya tempat-tempat itu yang sama orde sekarang, yang pastinya merupakan kesalahan pemerintah dalam “mengurus anak”. Pastinya ini menjadikan kekuatan nasional Indonesia menjadi rusak, mudah diadu domba, tidak adanya daya bangsa ini, dan mudah di kompor-kompori negara lain.
Please, sign up (it's quick!) or
sign in, to post feedbacks and do more fun stuff.
Dulu, untuk bisa menemukan hewan-hewan hutan seperti burung, rusa, landak, dan lain sebagainya sangatlah mudah. Tapi hari ini semua itu sudah sangat sulit sekali di temui secara bebas. Mungkin hanya jika kita berkunjung ke kebun binatang saja bisa menemukan hewan-hewan yang kini sudah sangat jarang. Hingga saat ini banyak sekali Hewan Langka di Indonesia.
“Tangan Manusia” inilah yang menjadi penyebab utama rusaknya keadaan bumi saat ini. Bagaimana tidak, berbagai macam cara di lakukan dengan merusak bumi hanya untuk bisa mengambil hasilnya. Sedangkan mereka tidak menyadari dan tidak ingin bertanggung jawab atas kerusakan yang mereka perbuat.
Uang, uang, dan uang itulah yang mereka pikirkan. Tidak perduli bagaimana keadaan anak cucu kelak. Yang penting hari ini mereka mendapatkan kesenangan, kebahagiaan, dan uang yang banyak. Sungguh miris pemikiran orang-orang seperti ini.
Ketahuilah, kerusakan yang mereka perbuat menyebabkan dua faktor yang berada di muka bumi khususnya di Indonesia mengalami penurunan yang sangat memprihatinkan.
Di antaranya yaitu:
Rusaknya Ekosistem Hutan
Kita semua pasti tahu bahwa hutan adalah jantung Bumi. Karena itu kita harus menjaganya. Tapi naas, saat ini banyak orang-orang diktator yang rela mengorbankan masa depan anak cucunya hanya untuk kesenangan. Hutan-hutan mereka tebang tanpa kenal dengan sebabnya.
Dampak yang di timbulkan sangatlah membahayakan penduduk bumi. Dulu Indonesia menjadi sebuah negara yang di dalamnya terdapat paru-paru bumi. Tapi kini kondisi paru-paru bumi itu sudah sangat memprihatinkan. Sehingga pangkat paru-paru bumi mungkin sudah tidak layak lagi.
Kondisi bumi saat ini sudah sangat panas, padahal dulu kondisi panas bumi tidak sampai seperti ini. Menurut penelitian, panas bumi ini di sebabkan oleh pasokan oksigen bumi semakin menipis. Sedangkan salah satu pemasok oksigen terbesar Bumi adalah hutan.
Mengurangnya Spesies Hewan
Tidak hanya berdampak pada rusaknya ekosistem hutan, tangan-tangan serakah manusia juga menambah antrian akibatnya. Dengan adanya perusakan lahan hutan oleh tangan-tangan manusia semakin mempersempit ruang atau tempat berlindung hewan.
Oleh karen itu, jangan heran kalau banyak Hewan Langka di Indonesia. Semakin lama antrian hewan yang menjadi hewan langka semakin bertambah banyak. Bahkan tidak sedikit spesies hewan telah punah.
Oleh karena itu, mari kita lestarikan dan reboisasi bumi ini. Kasihanilah anak cucu kita, jangan sampai mereka tidak mengenal bagai mana kehidupan sebelumnya. Dan jangan sampai pula mereka mengenal bumi yang indah ini hanya dari gambar dan cerita.
Jadikanlah setiap langkah kaki kita berguna bagi kehidupan masa depan. Jangan hanya bisa menikmatinya saja. Berjuang dan berjasalah untuk masa depan.
Satu, Presiden tidak lumayan kuat saat mengaplikasikan kebijakan nya. Presiden dipilih dengan langsung dari penduduk. Ini membuat tempat presiden tangguh dalam kata lain sulit untuk digulingkan.
Tapi, dalam parlemen tidak terselip partai yang berpengaruh, termasuk partai yang mengusung pemerintah. Di dukung lagi fungsi lagislatif yang besar selepas reformasi ini saat membatasi banyak kebijakan presiden. Ketika menurunkan menteri misalnya, Presiden sulit dalam menurunkan menteri sebab partai yang “menjadikan” menteri tersebut akan menarik apresiasi dari pemerintah dan pastinya akan semakin merugikan pemerintah. Hal ini membuat presiden susah memperoleh langkah ketentuannya dan mudah di-“pindahkan” oleh partai
Dua, rendahnya batasan kesejahteraan masyarakat justru di tengah kebebasan demokrasi. Tingkat kesejahteraan menyusut selepas reformasi, yang justru ketika seperti itulah diawali kebebasan berprilaku, berpendapat, dll. Ini aneh, mengingat kenyataannya arah dari politik adalah kesejahteraan. Demokrasi atau pengaturan politik lainnya hanyalah sebuah alat. Begitu pula dengan kebebasan pada alam demokrasi, hanyalah alat untuk mendapatkan kesejahteraan.
Ketiga, tak berjalannya manfaat parpol. Manfaat parpol paling tidak ada tiga: penyalur aspirasi masyarakat, penempatan kepentingan-kepentingan yang sama, dan sarana pendidikan politik rakyat. Selama ini dapat disebut semuanya tidak berjalan. Partai politik lebih cenderung kekuasaan daripada aspirasi rakyat.
Fungsi partai politik untuk pemusatan kepentingan-kepentingan yang serupa pun tidak berjalan terlebih tidak adanya partai politik yang tetap dengan ideologinya. Partai politik sebagai tempat pendidikan politik rakyat lebih parah. Kita melihat partai mendapatkan suara dari masyarakat bukan dengan peningkatan pada visi, agenda partai, atau pengkaderan. Tapi dengan uang, artis, kaos, yang sama sekali tak mencerdaskan malah menipu rakyat.
Keempat, tidak solidannya kepemimpinan nasional. Jika kita teliti, semua pemimpin Negeri ini mulai dari Soekarno sampai Gus Dur, tidak ada yang penguasaan nya kandas dalam keadaan tidak hina. Semua berakhir tragis alias diturunkan. Hal iniIni sebenarnya termasuk sebab dari tidak hadir penanaman politik pada masyarakat. Budaya masyarakat Indonesia terhadap atasannya adalah berangan-angan hadirnya “Keadiln” yang akan menyelesaikan seluruh permasalahan mereka. Ini bodoh. Penduduk tidak di didik tentang merasionalisasikan harapan-harapan mereka. Mereka tidak di latih perihal proses ketika merealisasikan keinginan serta tujuan nasional.
Masalah ini diperparah karena pengaturan penetapan pemimpin yang di gunakan sekarang (setelah otonomi), termasuk penetapan kepala daerah yang menghabiskan modal mahal. Calon pemimpin yang baik tapi tak kaya jadinya kurang terkenal dengan calon yang tidak berkualitas namun memiliki kekayaan yang lumayan untuk kampanye besar-besaran, buat foto muka mereka besar-besar di berbagai tempat ramai. Masyarakat yang tidak memiliki pengetahuan tak bisa menentukan pemimpin sesuai dengan kualitas.
Lima, kelompok yang politis, KKN, dan berbelit-belit. Organisasi semasa orde baru sangat politis. Semua pekerja Negri itu Korpri yang mana tempat Korpri yaitu Partai Golongan Karya. Jadi sama saja pekerja Negri itu dengan Partai Golongan Karya. Hal ini gawat karena birokrasi merupakan wilayah akhir ketentuan. Jika partai tak berpihak, maka jika suatu waktu kelompok selainnya yang memegang ujung ketentuan, karena itu mereka pasti tidak bisa saat menjalankan peraturannya sebab partai yang seharusnya menjalankan kebijakan tersebut condong menuju partai lain. Ujungnya peraturan hanya ketentuan dan tak terselesaikan. Tambah Lagi, ini berdampak mengakibatkan reformasi kelompok gede-gedean setiap kali terjadi penukaran pemimpin dan pastinya ini tidak termasuk bagian yang bagus untuk kenormalan pemerintahan. Oleh karenanya birokrasi itu netral.
Banyak sekali kasus KKN di birokrasi. Seperti contoh nya adalah pungli, suap, dan masih banyak lagi. Hal ini menjadi gawat laten karena menyebabkan ketidakpercayaan yang kuat dari rakyat pada pemerintah. Selain itu berdampak pula ke keadaan investasi. Orang yang berinvestasi tidak bermaksud untuk berinvestasi sebab adanya kapitalisasi partai.
Hal di atas mendorong pada organisasi yang tidak masuk akal. Kinerja menjadi tidak baik, urusan dipersulit, dsb. Pola yang digunakan adalah “jika dapat dipersulit, buat apa dipermudah”.
Keenam, bertambahnya ancaman separatisme. Contohnya Aceh, Papua, RMS, dll. Ini termasuk dampak dari diasingkan nya tempat-tempat itu yang sama orde sekarang, yang pastinya merupakan kesalahan pemerintah dalam “mengurus anak”. Pastinya ini menjadikan kekuatan nasional Indonesia menjadi rusak, mudah diadu domba, tidak adanya daya bangsa ini, dan mudah di kompor-kompori negara lain.